online-business-story.com, Tanggung jawab suami sebagai kepala keluarga adalah mencukupi segala kebutuhan hidup berumah tangga. Oleh karena itu, sewajarnya seorang suamilah yang berkewajiban untuk mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan itu.
Seorang istri berkewajiban untuk menjaga agar roda hidup berumah tangga bisa berjalan dengan baik. Termasuk didalamnya dalam hal mengurus suami dan anak-anaknya. Seorang istrilah yang memegang peranan penting dalam menstabilkan kondisi berumah tangga.
Tugas seorang anak adalah untuk berbakti kepada orang tua. Anak disekolahkan, maka lakukanlah dengan sebenar-benarnya. Jangan suka membolos, jangan suka melawan guru, jangan suka berkelahi dengan murid lainnya.
Yang jadi pertanyaan, apakah fungsi-fungsi diatas bisa diputar balikkan atau dijadikan sebagai penambah beban masing-masing anggota keluarga ? Suami yang mengurus rumah tangga, istri yang mencari kerja. Atau istri selain tugasnya mengurus rumah tangga harus juga bekerja. Atau anak selain tugasnya bersekolah, juga dibebankan untuk mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
Selayaknya mungkin tidak seperti itu. Sebagai seorang muslim, tentunya saya mengikuti apa yang sudah jadi pendoman bahwa laki-laki dan perempuan sudah mempunyai kodratnya masing-masing. Sudah ada perannya masing-masing dan seharusnya memang tidak dilanggar.
Lalu apakah seorang istri atau seorang anak dilarang untuk memberikan kontribusinya dalam pemenuhan kehidupan keluarganya ?
Nah, ini yang coba saya kupas menurut pemahaman saya pribadi.
Tugas seorang suami adalah bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga. Selain itu suami juga harus bisa mendidik istri dan anak-anaknya untuk bisa hidup mandiri. Apa jadinya ketika sang suami harus lebih dulu menghadap Sang Khaliq, tapi istri dan anak-anaknya tidak dididik untuk hidup mandiri. Yang terjadi adalah suami hanya meninggalkan kesusahan saja. Istri dan anak yang ditinggalkan malah membuat repot keluarga dan kerabat sekitarnya.
Selain fungsi yang sudah ada pada istri dan anak, syah-syah saja mereka terlibat juga dalam proses pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Hanya saja menurut saya, itu jangan dijadikan beban yang terpatri pada diri istri atau anak. Biarlah mereka melakukan itu sebagai jalan untuk memuaskan diri atau mengekspresikan diri. Kalaupun ada penghasilan disitu, itu hanyalah bonus yang patut disyukuri.
Tapi yang harus digaris bawahi maksud dari membiarkan istri dan anak terlibat dalam proses pemenuhan kebutuhan keluarga adalah untuk mendidik mereka menjadi manusia yang mandiri. Jadi, tidak ada salahnya suami sebagai kepala keluarga memperdayakan anggota keluarganya sebagai unit usaha untuk menambah penghasilan.
Pemberdayaan ini harus dimulai dari cara mendidik anak-anak kita sedari kecil. Memanjakan mereka dengan selalu memberikan apa yang mereka minta tanpa melalui proses berusaha terlebih dulu, menurut saya justru itu merupakan bentuk dari kasih sayang yang menjerumuskan yang akan membentuk anak-anak kita menjadi manusia yang rapuh dan sulit berjuang dalam persaingan.
Ayo, para suami ! Didik anggota keluarga kita untuk bisa menjadi manusia yang mandiri.Perdayakan mereka, ajari mereka bagaimana untuk bisa bertahan hidup, ajari mereka berbisnis dan kenalkan mereka dengan internet marketing . :D
Untuk para istri, dengarlah apa kata suami. Pelajarilah internet marketing
Untuk istriku tercinta, nanti aku buatkan toko online ya, seperti istrinya mas Fadly
Dan untuk anakku tersayang, nanti ayah ajarkan bagaimana caranya membuat blog ya. Nanti kalau sudah besar bisa seperti kak Arief Rizky Ramadhan
. Tapi jangan kebanyakan main games-nya ya nak.
Salam Kreatif,
Artikel Terkait :
- Pay Per Click : Cara Mudah Untuk Mendapatkan Penghasilan Online
- Program Afiliasi : Cara yang Paling Banyak Digunakan oleh Internet Marketer untuk Mencari Penghasilan Online
- Kenapa Ibu Rumah Tangga Harus Berbisnis Online






mengamankan dengan aman se aman-amannya sebuah pertamax !!!!!
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 24th, 2010 at 00:34
sip… aman mas. Sampai yang lain ga kebagian
[Reply]
arief maulana | motivasi, bisnis, manajemen diri Reply:
March 1st, 2010 at 07:33
artikelnya bagus neeh. Yg jelas kalau saya udah berkeluarga ntar… smua tak kasih private course inet marketing. Hahaha…
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 1st, 2010 at 08:29
dari sekarang aja buka private course mas. siapa tahu dari situ justru malah dapat calon istri… hehe
[Reply]
bundapreneur.com Reply:
March 5th, 2010 at 05:20
Setuju mas! Btw judulnya perdayakan bukan memperdaya khan maksudnya. Atau memberdayakan (empower) ?
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 09:16
maksudnya bukan memperdaya bun. eh… apa saya yang salah pemilihan katanya ya… ????
Aries Kusuma|Tipssukseskarir Reply:
February 24th, 2010 at 12:42
Minta dong pertamax jg…hehehe…tenang tak amankan juga ms Khalid
[Reply]
Khalid Abdullah Reply:
February 25th, 2010 at 10:10
numpang aja nich si mas… gurakrak !
[Reply]
Aries Kusuma|Tipssukseskarir Reply:
February 27th, 2010 at 18:17
kan msh cukup buat 11 orang…..hahahahaha
[Reply]
candradot.com Reply:
February 25th, 2010 at 11:37
iya neh sampe telat, gak kebagian
[Reply]
hahahahaha, abis bawa-bawa Ariwef Rizky, eh bawa-bawa maen game ejuga …. hahaha!
emmmmm kalo untuk anak yang masih kecil, saya rasa enak banget tuch kalo mulai dipoles mindsetnya mas Octa ….. jadi dari kecilmindsetnya udah bisnis mulu…ntar pas gede, jadi kayak yang si jualan kebun emas dan dapetin ribuan dolar dari clickbank itu dach…
oia mas, istri mau jualan apa memangnya ??
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 24th, 2010 at 00:38
hehe…. sindiran tersembunyi untuk de’Arief
Amin…. mudah-mudahan saya bisa melakukan tugas mulia ini mas
istri sih pinginnya jualan baju. Kemarin dah nyoba jual-jual baju secara offline. Ta’ kompor-kompori tentang bisnis online, kayaknya dia tertarik ingin buka toko online. Berarti dikit demi sedikit penanaman mind set tentang bisnis online mulai terlihat hasilnya nih…
[Reply]
Khalid Abdullah Reply:
February 25th, 2010 at 10:16
congrats !
[Reply]
wah.. ketinggalan…… kalah cepet lawan cheetah
[Reply]
uh semangat kali abang ini….. kayak orator…
saya juga maunya gitu mas, kepenginnya mereka memiliki ketangguhan
siap menghadapi apa pun yang datang ke kehidupan mereka
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 24th, 2010 at 00:41
mudah-mudahan kita semua bisa berhasil mas…..
[Reply]
hahahaha bisa aja si mas suara kelana ini…
oia, nama aslinya siapa sih mas ??? kenapa gak pake nama asli aja ???
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 24th, 2010 at 00:41
nama aslinya Mas Hery mas.
[Reply]
pasutrisatu Reply:
February 24th, 2010 at 08:52
lengkapnya Hery Rusmanto mas, bisa dipanggil hery, rusman, manto kalo bisa jangan sumanto
[Reply]
Khalid Abdullah Reply:
February 25th, 2010 at 10:23
gurakarak !
[Reply]
Saran yang menggugah semangat para kepala rumah tangga seperti saya ini dalam berupaya dan berkarya demi kesejehteraan keluarga. SALAM KENAL, kunjungan perdana.
TERIMAKASIH telah berkenan Berbagi Kata Bersama…
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 24th, 2010 at 00:47
alhamdulillah bisa bermanfaat.
salam kenal juga blih. Terima kasih sudah berkunjung ke blog OBS
[Reply]
Mendidik mereka untuk mandiri itu sebuah hal yang pasti bermanfaat.
Tapi, hal yang perlu diingat oleh parasuami, jangan memakan harta penghasilna istri walau hanya “secuil” tanpa izin dan keikhlasan istri. Karena harta istri adalah hak miliknya sendiri yang tdk bloh digangu. Kita baru bleh memakannya atau menggunakannya dengan izin dan keikhlasan istri. Seperti itu konsep yang sudah tentu kta ketahui bersama.
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 24th, 2010 at 15:50
wah.. iya kang. makasih sudah diingatkan
[Reply]
Muhammad Arifin Reply:
February 28th, 2010 at 10:38
seperti itu y pak? wah saya baru tau ini….meskipun belum berkeluarga, siap2 itu penting …nais inpo juga nih
[Reply]
mantab, insyaallah nanti jika saya sudah bergelar suami akan mencoba seperti saran mas okta yang ini. Doain cepet dpt istri mas….. hehehehe malu deh ah!!
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 24th, 2010 at 21:04
coba cari di korea mas. Siapa tahu produk luar ada yang nyantol…. hehe
[Reply]
Andrik Sugianto Reply:
February 27th, 2010 at 18:34
nyari produk dalam negeri aja mas, soale aq cinta produksi dalam negeri
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 28th, 2010 at 06:58
produk lokal, tapi pilih yang disiplinnya interlokal ya….
[Reply]
woow ada nama saya… hehehe oke deh mas.. sekarang udah mulai bosen main game
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 24th, 2010 at 22:42
waduh… jangan bosen dong rief. Saya juga suka main game kok. Saya suka main winning eleven di PS2.
[Reply]
candradot.com Reply:
February 25th, 2010 at 11:42
huahahhaha sama, saya juga masih sering main PS mas
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 25th, 2010 at 13:29
sekarang sudah jarang mas. PSnya dipinjam adik-adik di Jakarta. TApi kalo mo tanding WE boleh juga
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 25th, 2010 at 22:37
wkwkwkwk saya ga bisa main PS looh.. bisanya main game online
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 26th, 2010 at 07:10
memang beda ya anak cyber jaman sekarang. Permainan-permainan offline sudah mulai ditinggalkan
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 26th, 2010 at 19:47
wkwkwkwk… bukan karena offline tidak asyik.. cuma mahal buat beli PS lagipula ga terlalu berguna.. mending main di laptop sambil kerja sambil main wkwkwk
[Reply]
melakukan persiapan sejak dini, saya yakini itu perlu mas. seperti yang tersirat pada substansi artikel ini. apalagi menyangkut keluarga sendiri. sangat penting. karena akan menyangkut kualitas keberlangsungan hidup keluarga selanjutnya..
makanya saya tetap condong untuk berdiri di posisi pebisnis. sebab, karakter ini akan memicu kita untuk berbuat sesuatu yang lebih mandiri, berani dan kuat..
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 1st, 2010 at 07:50
insyaAllah saya ikut jejak mas Fadly untuk berdiri di posisi pebisnis secara full… Sekarang masih setengah-setengah mas….
[Reply]
waduh. Ketinggalan nggak ne…
Lama gak k sini
[Reply]
candradot.com Reply:
February 25th, 2010 at 11:46
ya langganan artikel donk, biar gak ketinggalan
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 25th, 2010 at 13:29
yang langganan aja masih suka ketinggalan
[Reply]
Mendidik & Mengarahkan Anak sedini mungkin adalh sesuatu yang mulia, Asal jangan rasa keterpaksaan
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 25th, 2010 at 13:27
insyaAllah ga dipaksa mas, tapi diarahkan
[Reply]
kehidupan sekarang memang berubah mas . sekarang itu banyak ibu yang bekerja, anak juga ikut membantu . tapi ayah malah asik asikan di rumah .
tapi banyak juga yang semua bekerja .
ya apa boleh buat, kalo semua sudah mengikuti trend maka yang lain juga ikut ikutan .
Thanks
Imamz
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 25th, 2010 at 13:31
waduh…. keluarga mana tuh yang kayak gitu…..
bukan trend mungkin mas, tapi lebih ke pemenuhan kebutuhan hidup dan ekspresi diri
[Reply]
saya setuju. toh anak pada waktunya nanti akan menjadi dewasa dan tulang punggung keluarga. jadi sudah sepatutnya diajari sejak dini..
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 26th, 2010 at 07:11
sip….
terima kasih sudah berkunjung mas
[Reply]
Wah, sy belum berkeluarga nih mas, gimana ya commentnya.
Tapi kalo sy ms, ibu dan kakak sudah banyak mendukung selama ini aktivitas blogging sy, dan kehadiran mrk sangat ber”arti” untuk sy.namun jika 2010 ini sdh berkeluarga, Insya Allah, istri dan kelak anak sy akan dioptimalkan membantu segala aktivitas sy termasuk bisnis online
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 28th, 2010 at 06:56
wah… 2010 ini ya. jangan lupa ngundang-ngundang ya mas
paling enak memang kalao orang-orang terdekat kita mendukung apa yang kita lakukan. Semangatnya mudah-mudahan berlipat-lipat
[Reply]
Maaf ms,terlambat commentnya
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 28th, 2010 at 06:56
gapapa mas, saya juga sering telat
[Reply]
belum berkeluarga mas, tapi calon suami harus siap2 jangan pas jadi suami ajah..
kalau mindset pebisnis dalam keluarga “insa4JJl calon” masi kurang mas, mereka terstruktur kaya pemrograman VB, DELPHI di kampus saya wkwkwkw, semuanya serba kerja kantoran…mungkin hal yang prestisius bagi mereka, sampai saya minimal setelah lulus harus langsung di perusahaan.
namun bagi keluarga saya memang berangkat dari orang yang makan aja susah, jadi tidak terstruktur kaya PHP untuk program web , alhamdulillah sekarang sudah membaik, dan kebanyakan mindsetnya memang bisnis , dan baru saya yang nyemplung di bisnis online.
tips dan trik mengarahkannya dong mas? kan mreka juga yang baru kenal kaya pemula saja…dan pastinya banyak anggapan2 yang gimana gitu klo blum tau mah
yang penting nais inpo
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 1st, 2010 at 08:14
yang paling susah memang merubah mindset. Yang saya lakukan selama ini terhadap istri saya adalah sering-sering saya ajak ngobrol tentang bisnis. Kadang sekali-kali saya ajak seminar bisnis. Kasih modal kecil-kecilan untuk memulai usaha. Waktu itu saya belikan beberapa potong baju dan saya kasih tahu jalan untuk menjual ke tetangga-tetangga. Walaupun mungkin malah rugi, tidak masalah. Yang penting pebelajaran tentang bisnisnya nyampe. Ya seperti itulah. Setiap hari harus dikasih doktrin-doktrin positif tentang bisnis. Tapi selebihnya biarkan istri dan anak-anak kita yang memutuskan. *Sekedar berbagi pengalaman*
[Reply]
Artikel yang penuh motivasi kang
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 21st, 2010 at 14:55
sip…. terima kasih mas
[Reply]