online-business-story.com, Seorang pemilik warung makan, sekaligus berperan sebagai koki, sudah memiliki tempat usaha yang ramai dikunjungi orang. Penghasilannya mungkin bisa puluhan juta seminggu. Tapi ketika pemilik restoran, sekaligus koki itu sakit, warung makannya tutup. Otomatis penghasilannya pun akan berkurang.
Seorang dokter sudah mempunyai pasien yang cukup banyak. Setiap hari bisa sampai 30 sampai 50 orang pasien. Seandainya satu pasien dikenakan biaya berobat sebesar Rp 50.000. Kalau 30 orang saja, berarti sudah bisa menghasilkan Rp 1,5 juta per hari. Dikalikan dengan 20 hari dalam sebulan, penghasilannya mencapai Rp 30 juta per bulan. Wow… penghasilan yang sangat menggiurkan. Itulah kenapa banyak orang tua yang mengharapkan anaknya menjadi dokter.
Tapi, ketika dokter itu sakit dan harus dirawat sebulan dirumah sakit, berarti dokter itu akan kehilangan penghasilan sebesar Rp 30 juta.
Seorang pemilik warung makan dan dokter mungkin bisa saja disebut sebagai pengusaha. Tapi pengusaha yang masih berada di kuadran S (Self Employee). Pengusaha yang masih tergantung dengan jumlah waktu yang dinvestasikannya. Makin banyak waktu yang “dikorbankannya”, makin besar penghasilan yang akan didapat.
Disisi yang lain, ada seorang pemilik warung makan, tapi dia tidak bisa masak. Dia percayakan urusan memasak kepada seorang ahli. Selain itu, dia beranikan diri untuk menunjuk seorang manager untuk mengelola warung makannya.
Secara kasat mata, penghasilan pemilik warung makan itu pasti berkurang. Karena harus membayar gaji koki dan dan gaji manager. Tapi kenyataannya usahanya jadi semakin berkembang. Kok bisa begitu ? Ya bisa. Dengan model seperti itu, usaha warung makannya bisa ditinggal. Dengan demikian dia bisa fokus pada cabang warung makannya yang lain atau jenis bisnis yang lainnya. Dia hanya sekali-sekali mengontrol usaha yang ditinggal tersebut.
Ilustrasinya seperti ini, apabila sang pemilik usaha memegang keseluran usahanya. Penghasilannya, misalnya Rp 50 juta per bulan. Tapi dengan begitu dia tidak bisa melebarkan bisnisnya karena harus fokus di usahanya itu.
Bedakan dengan pemilik usaha yang mendelegasikan tugas-tugas bisnisnya ke orang lain. Penghasilannya akan berkurang sekitar Rp 10 juta untuk membayar gaji koki dan manager, sehingga dari bisnis itu dia hanya mendapatkan Rp 40 juta per bulan. Tapi dengan begitu dia bisa membuka cabang satu lagi dan penghasilannya bisa mencapai Rp 40 juta dikali dua atau Rp 80 juta per bulan.
Begitu juga dengan seorang dokter. Bisa juga model bisnis seperti ini diaplikasikan dengan membuka klinik misalnya. Dan biarlah klinik itu diisi oleh dokter-dokter lain, sehingga dia bisa membuka praktek ditempat lain atau membuka klinik lagi.
Sama sama pemilik warung makan dan sama sama dokter. Tapi beda cara menjalankan bisnisnya. Yang satu IN Bisnis (ikut terjun secara keseluruhan), yang satu ON Bisnis (mendelegasikan tugas-tugas bisnisnya ke orang lain). Sama sama mempunyai kebebasan finansial tapi belum tentu sama dalam kebebasan waktu.
Bagaimana supaya bisnis yang kita jalankan itu bisa ON Bisnis ? Dalam bisnis online, menjadi reseller/referal atau afiliate adalah salah satu cara untuk ON Bisnis atau setengah IN Bisnis. Seorang afiliate tidak harus memikirkan bagaimana mengembangkan produk, hanya fokus pada promosi link afiliasinya. Bagaimana menurut Anda ?
Mana yang Anda pilih ? Menjadi Pebisnis Online yang ON Bisnis atau yang IN Bisnis ?
Salam Kreatif,
NB : Article Support for “Efek Blogging Terhadap Motivasi Diri“
Tidak Ada Artikel Terkait.






sepertinya sistem “ON” akan membuat bisnis kita lebih cepat berkembang dibanding ygang “IN” , mas
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 1st, 2010 at 17:04
eh.. mas Wellsen, dah lama nih ga mampir
kalau mau berkembang, seharunya sih memang harus begitu
[Reply]
arief maulana | motivasi, bisnis, manajemen diri Reply:
March 4th, 2010 at 06:10
inti bisnis sebenarnya memang terletak di delegasinya mas.
Ini yang bikin susah orang kuadran S terjun ke bisnis. Mereka cenderung ingin menanganinya sendiri demi mencapai kesempurnaan.
Sayangnya makin sukses, kuadran S ini malah makin sibuk. hehhe..
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 09:15
makin sibuk berarti kebebasan finansialnya dapet, tapi kebebasan waktunya ga dapet ya mas….
[Reply]
pilihan yg menarik adalah yg ON mas Octa, meskipun mungkin perlu tahapan
awalnya IN lalu perlahan dilepas shg bisa 100% ON
tapi saya kurang sreg dg contoh bisnis reseller/afiliate, krn jika yg ngurusin blog tetap 100% kita juga berarti tetap IN
yg pas mungkin spt rencananya mas AM yg akan perlahan melepas AM.com ke tim manajemennya
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 08:57
maksud saya antara reseller dengan ngeblog itu urusan yang berbeda mas. Reseller itu bisnisnya, tapi ngeblog kan memang hobi. Bisnis reseller tanpa blogpun masih bisa jalan, karena sebagai reseller kita dapat duplikat website. Nah, kalo seperti ini saya pikir bisa ON. Kita hanya beriklan aja dimedia2 online atau offline.
[Reply]
antara IN dan ON, jelas On lebih berkembang, akan tetapi untuk menjadi ON bisnis perlu ketrampilan dan pengetahuan, serta mangemen yang mendukung.
Truss…saya mau tanya siapa yang punya warung makan dalam contoh artikel ini? mas okta kah?
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 09:02
warung makan…. Amin. Cita-cita sih pengen punya warung makan atau restoran. Tapi sekarang masih dalam bentuk gerobak mas, jualan di pinggir jalan
, tapi lagi berusaha mengON-kan bisnisnya nih….
[Reply]
Jelas yg ON lebih terasa sensasinya mas..heehe…
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 08:58
wah… hebat mas. Udah pernah ngerasain On Bisnis ya….
[Reply]
Duh jadi inget saat class eu, pengusaha sukses itu usaha jalan ,pengusahanya jalan-jalan. jadi gek mesti di tungguin…
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 08:59
hehe…. EU banget dah….
[Reply]
iya mas, mending yang di delegasikan, sehingga kita punya banyak waktu untuk bisa mengembangkan diri, dan bisnis…
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 08:59
insya Allah sedikit-demi sedikit mulai mengON-kan bisnis nih mas…
[Reply]
Salam Sukses Mas Octa!
Saya datang lagi nih!
Buat yang pengen hidup bebas dan bahagia, kemungkinan besar memilih ON Bisnis.
Tidak perlu pusing, tetapi pundi-pundi tetap tidak pernah “kering”
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 09:00
eh… udah balik lagi kang… Mana nih oleh-olehnya
Sukses juga untuk kang Erdien
[Reply]
keknya saya lebih suka yang On Bisnis deh mas Octa.
sebab sistem sudah jalan. ada atau tidaknya kita di situ, sistem tetap jalan, penghasilan tetap berlimpah
[Reply]
Khalid Abdullah Reply:
March 2nd, 2010 at 00:20
yak kaos kaos ! hanya di unakunik.com !!!!!!
udah gampang dach, kalo punya toko-online memang…
[Reply]
kangasep Reply:
March 7th, 2010 at 07:47
haha… smart memang…. komentar sambil promosi…
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 09:03
Ayo rame-rame kita ON kan bisnis kita
[Reply]
kalau baca artikel diatas, jadi inget rayuan-rayuan maut para upline kalau lagi presentasi MLM. APa yang disampaikan memang baner…tapi justru biasanya pemain MLMlah yang malah lebih sibuuuuuuuuk banget.. ( lah kok jadi bahas MLM dach ??? gurakra )
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 09:05
hehe… pengalaman ya mas. Saya juga mantan MLMer… tapi tidak dipungkiri pengalaman bisnis dan hidup justru banyak saya dapat ketika saya ikut MLM. Ambil positifnya aja…
[Reply]
Khalid Abdullah Reply:
March 4th, 2010 at 02:29
benerrrr biasanya pemain mlm lebih kuat mentalnya ! sekuat wong fei hung ! gurakrak !
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 09:14
hehehehe….. jangan bilang-bilang kalau saya ngefans sama wong fei hung ya….
[Reply]
On dunk bikin hidup lebih hidup
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 09:06
Kebanyakan pada milih ON ya…. Ada ga ya yang milih IN ?
[Reply]
On jugaaaaaaaaaaaa
sy sdh prnah alami IN dulu , kini agak mendingan seret. . .he. . .4x
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 2nd, 2010 at 11:54
seret… kurang oli kali mas
[Reply]
kalau baru pertama tama mungkin biasanya akan menganut sistem IN bisnis , tapi lama lama ketika penghasilan naik . akan di rubah menjadi ON bisnis . Hehehe
Thanks
Imamz
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 09:12
awal-awal langsung ON memang susah. Kalau sistemnya sudah setle baru di ON kan….
[Reply]
Kalau menurut saya memang paling bagus yang on bisnis mas, karena kita juga bisa berbagi. Tapi kalo usahanya belum jalan sudah terlalu banyak membayar orang sepertinya agak resiko juga yah, jadi seperti kata mas imamz in duulu baru on sepertinya efektif mas
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 09:13
ya, saya juga setuju itu mas…
[Reply]
Step by step saya melangkah ke on bisnis. Karena nggak mungkin juga saya menangani semua aktivitas yang menguras waktu dan energi saya. Langkah pertama dengan merekrut seorang staff freelance untuk menangani bidang akuntansi.
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 09:17
bisnis apa nih mas, yang mulai di ON-kan ?
[Reply]
Idealnya jika ingin sukses maka lebih baik on bisnis, namun itu smua jg bth waktu, ya smntra ini bisa in dl
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 09:18
sama mas… saya juga masih IN. Makanya jadi pusing nih. Mesti ngurusin kerjaan kantor, tapi harus ngurusin bisnis juga…. Pussssiiiiingggggg
[Reply]
Intinya bisnis kita harus memiliki sistem yang kuat. Dengan begitu, kita sebenarnya tidak perlu takut dengan kerugian lantaran kehilangan SDM.
[Reply]
UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana Reply:
March 5th, 2010 at 23:57
Mas Octa, jangan lupa balesin email saya ya untuk informasi alamat suratnya… Komentar mas masuk sebagai komentar terbaik di UntungNyata!com
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 09:58
wuah…. akhirnya dapat juga nih hadiah dari kegiatan blogging…. makasih mas Budhi.
Alamat suratnya sudah saya kirim ke email mas Budhi….
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 09:19
kehilangan SDM merupakan bagian dari proses ya mas. Pasti disitu ada pembelajaran.
[Reply]
sampai sekarang saya masih ragu, apakah seorang pebisnis online masuk kuadaran kiri (S) atau kuadran kanan (B) apalagi bagi mereka yang menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan blog.
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 10:01
sebenarnya batasannya jelas kok mas. kalau masih terlibat 100 persen terhadap kegiatan bisnis onlinenya dari mulai buat produk, pengembangan produk, pemasaran produk, sampai kirim bonus ke afilliate berarti belum ON bisnis. Kuncinya di delegasi tugas…..
[Reply]
Saya baru nyoba belajar mas, jadi mingsih perlu dihajar.
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 10:01
saya juga masih belajar mas…..
[Reply]
ON bisnis kayaknya lebih bagus untuk mengembangkan bisnis dan saya kira aspek keberlanjutanya juga lebih besar. Salamm sukses
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 10:03
setuju pak… saya pikir memang harus ON kalau mau berlanjut dan berkembang. sukses juga buat bapak
[Reply]
memang lebih bagus punya karyawan soalnya kita bisa bebas daripada kita sendiri yang kerja tapi kalo kita males kerja ya ga dapat duit sama aja kita jadi karyawan atas diri kita sendiri. Seperti di buku the power of kepepet, “kalau kuli kerja dapat makan, kalau kuli ga kerja ga dapat makan, kalau bos ga kerja tetap dapat makan”
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 10:06
betul……. kalau bos, bisnisnya jalan, dianya bisa jalan-jalan..:D
[Reply]
tidak semua bisnis bisa di ON kan dan tidak semua bisnis ON lebih baik dari pada bisnis IN. Seperti contoh : dokter dan pemilik warung makan, dalam menjalankan bisnisnya, yang terpenting buat mereka bukan hanya sekedar bisnis dan mendapatkan penghasilan saja tapi kepuasan lain yaitu kepuasan bathinlah yang lebih mendominasi di sini. Bisa melayani masyarakat dengan cara mengobati dan memasak makanan, adalah hal yang membuat mereka bermakna. bisnis terkadang tidak selalu berarti sejumlah uang.
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 8th, 2010 at 10:09
setuju bu….
tapi kalau bisnisnya mau berkembang saya pikir tetap harus di-ON-kan bu.
bisa saja si dokter tetap melayani masyarakat, tapi diluar itu dia juga harus punya klinik atau apotik yang bisa tetap jalan walaupun dia tidak berada disitu.
Tetap melayani masyarakat, tapi dari segi bisnis juga bisa berkembang…. jadi dapat dua-duanya
[Reply]
Diatas disebutkan, kalo menjadi reseler/referal adalah salah satu cara ON bisnis. Kalo saya lebih penting “mencari” referalnya mas walaupun “menjadi” referal juga penting.. Hehehehe..
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 19th, 2010 at 13:01
mencari referal berarti pemilik produk ya mas… ya gapapa, pilihan ditangan masing-masing
[Reply]
pemaparan yg sangat bagus nih.
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 14th, 2010 at 04:41
terima kasih mas/mba….
[Reply]
masih pake gratisan mas
[Reply]
online-business-story.com Reply:
March 19th, 2010 at 09:30
hubungannya apa ya mas ?
[Reply]