online-business-story.com, Kamis, 15 Oktober 2009, saya mengikuti seminar Cara “GILA” Jadi Pengusaha. Pembicaranya adalah Purdi E Chandra. Ini yang kedua kalinya saya mengikuti seminarnya beliau. Dua-duanya diadakan di Pontianak.
Mungkin yang menjadi pertanyaan anda adalah kenapa kok saya mengikuti seminarnya Purdi E Chandra kembali, bukankah materinya sama dengan sebelumnya.
Ada alasan mendasar kenapa saya mengikuti seminarnya beliau kembali.
Seperti halnya belajar agama. Orang yang sering menghadiri pengajian, pasti berbeda dengan orang yang hanya sekali-kali saja menghadirinya. Walaupun mungkin kita sudah pernah tahu isi dari materi yang disampaikan.
Intinya adalah mengingatkan. Boleh jadi anda sudah tahu manfaat bersedekah. Tapi ketika diingatkan kembali, biasanya kita akan tersadar bahwa ternyata sedekah yang kita lakukan ternyata masih kurang . Dengan seringnya diingatkan mungkin sedekah akan menjadi kebiasaan, atau malah bisa menjadi hobi
Begitu juga dengan motivasi. Mungkin sehabis mengikuti seminar, hidup kita lebih semangat. Tapi entah, bisa saja beberapa hari kemudian kembali seperti semula. Dengan banyaknya komentar sana sini dari lingkungan sekitar yang seperti mobil pemadam kebakaran yang memadamkan api semangat kita.
Ada beberapa poin yang patut saya dan anda renungkan yang saya dapatkan dalam seminar tersebut, yaitu :
- Jangan Terlalu Banyak Berfikir Untuk Memulai
Dalam berbisnis, banyak orang yang menghitung-hitung terlebih dulu sebelum memulai. Mereka menghitung-hitung kira-kira berapa lama bisa BEP (Break Event Poin). Kira-kira berapa keuntungan sebulannya. Kalau seandainya perhitungannya tidak mendatangkan untung, akhirnya mereka memutuskan untuk mundur. Lucu memang, belum dibuka bisnisnya kok sudah mundur. Belum pergi kok sudah pulang.
Itu hanya sekedar perhitungan yang dikira-kira, yang digambar-gambarkan sendiri. Padahal mungkin kenyataannya tidak seperti itu. Kita akan tahu untung atau rugi dalam berbisnis, seadainya kita memang sudah menjalankannya. Setuju ?
Seperti halnya dalam berbisnis online, kita akan tahu bisnis kita akan sukses apabila kita sudah menjalankanya. Kalau ditengah jalankan ada hambatan dalam bisnis, kita tinggal memikirkannya untuk survive.
Intinya jangan difikir dulu baru dijalani, tapi dijalani dulu baru difikirkan. Kalau kata Purdi, gunakan otak kanan dulu baru otak kiri.
Menurut penelitian, apabila otak kirinya saja yang dilatih, otak kanannya tidak ikut berkembang. Tapi kalau otak kanannya yang sering dilatih, otak kiri akan mengikuti.
- Berkomunitas Untuk Melancarkan Bisnis Anda
Ini yang telah saya rasakan dalam berkomunitas. Dikala saya ingin mundur, ada orang-orang yang mengingatkan saya untuk kembali maju. Dikala saya jatuh, ada uluran tangan teman yang membantu saya untuk bangun kembali. Dikala saya kehabisan ide, ada saja ide yang muncul dari sharing teman-teman satu komunitas.
Seperti halnya seorang blogger, komunitaslah yang membuat anda terus semangat untuk selalu berkreasi memberikan yang terbaik melalui tulisan-tulisan anda.
- Sedekah (Memberi Dulu Baru Menerima)
Ini yang tidak kalah pentingnya. Dalam berbisnis hendaknya tidaklah hanya memikirkan keuntungan anda pribadi. Anda harus bisa berbagi dengan yang lain. Entah dalam bentuk harta, maupun tulisan yang bermanfaat untuk orang banyak.
Berfikirlah bagaimana memberikan yang terbaik untuk orang lain.
Ada satu, yang menjadi renungan saya dan bisa menjadi renungan anda juga. Bersedekah senyum, maka yang akan anda dapatkan adalah senyum. Bersedekah dengan uang 10 ribu, maka yang akan anda dapatkan adalah 10 ribu. Bersedekah dengan 1 juta, maka yang akan anda dapatkan adalah 1 juta. Malah bisa lebih dari itu. Sesuai yang tetelah dijanjikan Allah : Jika kamu bersedekah, maka AKU akan mengembalikannya 10 kali lipat.
Satu lagi yang menggelitik rasa kemanusiaan saya. Banyak orang yang berpendapat, bersedekahlah walaupun sedikit yang penting ikhlas. Tapi di balik oleh Purdi menjadi : Bersedekah yang banyak walaupun tidak ikhlas. Konyol memang, tapi pernyataan ini cukup menjadi pertimbangan saya untuk membiasakan bersedekah lebih besar dari biasanya. Kalau sudah menjadi kebiasaan, nanti juga akan ikhlas dengan sendirinya.
Ini juga slogan yang sering saya dengar dari Purdi E Chandra, “Hemat Sedekah Pangkal Miskin, Boros Sedekah Pangkal Kaya”.
Bagaimana menurut anda ?
Salam Kreatif,
![]()












Ya saya setuju. Apabila kita lihat para bilyuner dolar dari negeri Paman Sam, mereka saat “menyumbang” juga tidak sedikit. Mereka menyumbang hingga jutaan dolar. Bukankah sumbangan itu juga merupakan sedekah?
yup.. betul
terima kasih sudah berkunjung balik mas…
mungkin saya terlalu banyak berpikir untuk menjalankan bisnis, jadi lama majunya…
terus maju pak….
sering-sering aja mampir, nanti saya komporin biar ga terlalu banyak mikir.
Jangan lupa komporin saya juga pak…
pak rudy, saya beberapa kali komentar di blog bapak, tapi kok ga pernah muncul ya ?
terimakasih mas… sudah mengingatkan saya kembali…. saya sama dengan mas rudy… terlalu banyak berfikir dulu… jadinya malah berantakan semuanya… karena adanya pemikiran akan rasa TAKUT…
rasa takut timbul mungkin karena keseringan menggunakan otak kiri. Sering-sering pake otak kanan mas dengan sering2 blog walking dan sering2 mampir kesini
Walau saya tidak ikut seminar tersebut, tapi apa yang telah ditulis Mas Octa membuat saya lebih semangat dalam belajar bisnis internet ini. Makasih Mas, salam sukses.
alhamdulillah bisa memberikan energi positif. Sukses juga buat mas tono….
Seminar yang “gila”. Pingin juga ngikutin seminarnya Pak Purdi. Tapi mana mungkin? Gak mungkinlah Pak Purdi mau datang ke tempat saya. Untungnya Mas Octa mau berbagi isi seminarnya di sini. Mas Octa sudah bersedekah, lho. Bersedekah ilmu. Mudah-mudahan suatu saat akan menerimanya berkali-kali lipat.
Makasih.
Mungkin saja mas. Mas amang ga tinggal di tengah hutan kan…. hehe.
Amin….. terima kasih sudah didoakan mas. Semoga doanya balik kepada yang mendoakan… Amin
samapi saat ini blog saya blm dimonetize, krn msh yg gratisan dr WP.
mungkin satu saat akan mencoba juga.
Mengenai tulisan diatas, seperti kata pepatah, alah bisa krn biasa.
dan, itu ternyata memang berlaku dimana2 dlm kehidupan kita ya Mas Octa.
Terima kasih utk sharingnya.
Salam.
setuju bunda, alah bisa karena biasa…..
Terima kasih kembali bunda.
salam super,,,
mantap…
saya suka sekali dengan artikel anda,, sering2 sedekah ilmua nya ya !!!
saya setuju :
Hemat Sedekah Pangkal Miskin, Boros Sedekah Pangkal Kayaâ€.
insya Allah mas andry….
Terima kasih sudah berkunjung
banyak sekali ide bisnis yang ada di kepala saya tapi saya selalu tidak PD dan selalu berbenturan dengan DANA hiks….hiks…
Bisnis tidak selalu identik dengan dana mas arif. Guru bisnis saya pernah cerita, dalam bisnis itu yang penting kepercayaan. Kalau orang sudah percaya insya Allah dana tidak jadi masalah. Coba saja ceritakan ide bisnis mas arif ke orang yang punya dana.
Baca postingan saya disini juga mas arif : http://online-business-story.com/2009/bisnis-modal-dengkul
Saya setuju point ke 2 dan ke 3 mas… point pertama memang benar, tapi rasanya juga perlu strategi awal, atau minimal kemantapan mental untuk benar0benar total mengerjakannya.
poin pertama itu cara saya dan pak purdi untuk membiasakan menggunakan otak kanan dan menciptakan kreatifitas mas khalid.
ibarat membakar jembatan dibelakang, mau gau mau kita tetap harus terus maju. Kadang manusia lebih kreatif kalo dalam kondisi terdesak
Sya setuju dgn semua yg ada di BLOG ini,……………… SALAM Super DAHSYAT KANAN
anda harus setuju….. kalau tidak saya tarik sahamnya… hehe